LAPORAN LENGKAP
Nama : Nurul Fadila Putri
Nis : 124864
Kelas : 3.B
Kelompok : B2.1
Tanggal : 05 Februari 2015
Judul penetapan : "KADAR AIR PADA PUPUK NPK , UREA, ZA"
Tujuan penetapan : Untuk mengetahui kadar air pada pupuk ,Urea,NPK, UREA,
dan ZA
Dasar prinsip :
Prinsip dari metode oven pengering adalah bahwa air yang terkandung dalam suatu bahan akan menguap bila bahan tersebut dipanaskan pada suhu 105o C selama waktu tertentu. Perbedaan antara berat sebelum dan sesudah dipanaskan adalah kadar air
Landasan Teori :
AIR
Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di Bumi,[1][2][3] tetapi tidak di planet lain.[4] Air menutupi hampir 71% permukaan Bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di Bumi.[5]Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputimata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia.
Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain di Bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulan-bulan Europa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es),cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan Bumi dalam ketiga wujudnya tersebut.[6] Pengelolaan sumber daya air yang kurang baik dapat menyebakan kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik. [7] Indonesia telah memiliki undang-undang yang mengatur sumber daya air sejak tahun 2004, yakni Undang Undang nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.
PUPUK ZA
Pupuk Za adalah pupuk kimia buatan yang dirancang untuk memberi tambahan haranitrogen danbelerang bagi tanaman. Nama Za adalah singkatan dari istilah bahasa Belanda ‘zwavelzure ammoniak’, yang berarti Ammonium Sulfat (NH4SO4).
Ammonium Sulfat bila dalam keadaan murni berwarna putih garam dengan bentuk kristal. Wujud pupuk ini juga berbentuk butiran kristal mirip garam dapur dan terasa asin di lidah. Pupuk ini bersifat higroskopis (mudah menyerap air) walaupun tidak sekuat pupuk Urea. Namun dalam perdagangannya, Ammonium Sulfat berwarna putih dan tergantung pada bahan pencampur yang terkandung didalamnya seperti kelabu, kemerah-merahan, kekunung-kuningan, biru tua atau bahkan kadang berwarna semu Ammonium Sulfat karena adanya kandungan H2SO4 bebas, garam-garam mineral dan uap air.
Karena ion Sulfat larut secara kuat, sedangkan ion amonium lebih lemah, pupuk ini berpotensi menurunkan pH tanah yang terkena aplikasinya. Sifat ini perlu diperhatikan dalam penyimpanan dan pemakaiannya.
Reaksi kerja pupuk Za agak lambat sehingga cocok untuk pupuk dasar. Sifat reksinya asam, sehingga tidak disarankan untuk tanah ber-pH rendah. Selain itu, pupuk ini sangat baik untuk sumber Sulfur. Lebih disarankan dipakai didaerah panas.Pupuk Za yang diperdagangkan dalam bentuk kristal, umumnya berwarna putih, tapi ada juga yang berwarna abu-abu, biru kabuan dan kuning, tergantung kepada pembuatannya.
Ammonium sulfat merupakan jenis pupuk nitrogen yang paling sering dipakai dalam perdagangan karena hidrolisa ion NH4+ ini sangat dibutuhkan oleh pertumbuhan tanaman.
Banyak proses yang digunakan dalam produksi Ammonium Sulfat, penggolongannya tersebut berdasarkan atas bahan baku yang digunakan, proses-proses tersebut diantaranya:
a. Proses yang menggunakan bahan baku (by product) dari pembuangan gas Kokas.
b. Proses konversi Kalsium Sulfat alam (gibs) atau Kalsium Sulfat by produk(yang diambil dari pabrik asam Phosphate).
c. Proses dengan reaktan murni, seperti Ammonia yang diperoleh dari Ammonia plant dan Asam Sulfat dari pross kontak. Pada proses dengan reaktan murni ini, ada bermacam-macam prosesnya.
Proses dasar cyclenya sama tetapi untuk menyatukan perbedaan secara teknis diperlukan suatu proses penyempurnaan. Yaitu dengan adanya proses netralisasi antara Ammonia dan Asam Sulfat lalu terjadi kristalisasi dengan tekanan vakum. Netralisasi akan terjadi pada temperature yang lebih rendah dibandingkan bila operasi dilangsungkan pada tekanan atmosphere.
A. Kandungan pupuk Za
Pupuk ZA mengandung belerang 24 % dan nitrogen 21 %.Kandungan nitrogennya hanya separuh dariUrea, sehingga biasanya pemberiannya dimaksudkan sebagai sumber pemasok hara belerang pada tanah-tanah yang miskin unsur ini.Terdiri dari senyawa Sulfur dalam bentuk Sulfat yang mudah diserap dan Nitrogen dalam bentuk amoniumyang mudah larut dan diserap tanaman.
B. Spesifikasi dari Pupuk Za (SNI 02-1760-2005)
Menurut (SNI 02-1760-2005) pupuk Za memiliki spesifikasi sebagai berikut:
- Nitrogen minimal 20,8%
- Belerang minimal 23,8%
- Kadar air maksimal 1%
- Kadar Asam Bebas sebagai H2SO4 maksimal 0,1%
- Bentuk Kristal
- Warna putih
C. Sifat dan keunggulan pupuk Za (SNI 02-1760-2005
· Tidak higroskopis
· Mudah larut dalam air
· Digunakan sebagai pupuk dasar dan susulan
· Senyawa kimianya stabil sehingga tahan disimpan dalam waktu lama
· Dapat dicampur dengan pupuk lain
· Aman digunakan untuk semua jenis tanaman
· Meningkatkan produksi dan kualitas panen
· Menambah daya tahan tanaman terhadap gangguan hama, penyakit dan kekeringan.
· Memperbaiki rasa dan warna hasil panen
Pupuk TSP
Pupuk TSP adalah nutrient anorganik yang digunakan untuk memperbaiki hara tanah untuk pertanian. TSP artinya triple super phosphate. Rumus kimianya Ca(H2PO4). Kadar P2O5 pupuk ini sekitar 44-46%, namun di lapangan bisa mencapai 56 %. TSP dibuat dengan sistem proses. Pada pembuatannya, batuan alam (rockphosphate) fluor apatit diasamkam dengan asam fosfat hasil proses sebelumnya. Reaksi dasarnya sebagai berikut:
Ca3(PO4)2CaF + H3PO4 --> Ca(H2PO4)2 + Ca(OH)2 + HF
MACAM” SUPERFOSFAT
Ada beberapa macam superfosfat, antara lain:
1. NORMAL SUPERFOSFAT (OSP)
Normal superfosfat (OSP) dapat dihasilkan reaksi stokiometri antara batu fosfat (Ca5 (PO4)3F2) dengan fosfat asam sulfat (H2SO4) dan penambahan air (H2O)
2. DOUBLE SUPERFOSFAT (DSP)
Double Superfosfat adalah suatu fosfat yang tidak mengandung gips (tidak terbentuk gips pada akhir proses). Disebut double karena kadar P2O5 jauh lebih besar dari kadar superfosfat yang normal. Double superfosfat diperoleh melalui reaksi antara batu fosfat dengan asam fosfat dan air.
3. TRIPLE SUPERFOSFAT (TSP)
Triple Superfosfat dibuat dengan mengasamkan batuan fosfat oleh asam fosfat. Triple superfosfat mengandung P2O5 berkisar 46-50%. Dalam triple superfosfat ini tidak berbentuk gips (CaSO4).
Pupuk superfosfat adalah pupuk fosfat buatan berbentuk gelintiran (glanular) yang komponen utamanya mengandung unsur hara fosfor berupa monokalsium fosfat.
Kandungan unsur haranya dalam bentuk P2O5 ,SP 36 adalah 46 % yang lebih rendah dari TSP yaitu 36 %. Dalam air jika ditambahkan dengan ammonium sulfat akan menaikkan serapan fosfat oleh tanaman. Namun kekurangannya dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, lamban pemasakan dan produksi tanaman rendah.
v Berikut merupakan keunggulan PHOSPHATE SP-36 :
ü Memberikan keseimbangan pertumbuhan terhadap tanaman karena tersediannya unsur yang diperlukan secara berimbang terutama P2O5
ü Tidak higroskopis
ü Mudah larut dalam air
ü Sebagai sumber unsur hara Fosfor bagi tanaman
ü Memperbesar prosentase terbentuknya bunga menjadi buah/biji
ü Menambah daya tahan tanaman terhadap gangguan hama,penyakit dan kekeringan.
ü Memacu pertumbuhan akar dan pertumbuhan sistem perakaran yang baik sehingga dapat mengambil / menyerap unsur hara lebih banyak sehingga pertumbuhan tanaman lebih sehat dan kuat
ü Mengiatkan pertumbuhan tanaman yang membentuk titik tumbuh tanaman
ü Mempercepat pembentukan bunga dan masaknya buah/biji, sehingga mempercepat masa panen.
ü Memacu metabolisme tanaman antara lain karbohidrat, lemak, dan pemindahan energi.
Alat dan bahan :
Alat :
1. Neraca digital
2. Petridish
3. spatula
4. Pipet tetes
5. Kain Lap
Bahan :
1. Pupuk TSP , ZA, UREA
2. Aquades
Cara Kerja :
1.Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2.Ditimbang± 10 gram contoh kedalam labu ukur 100 ml.
3.Dilarutkan dengan air panas dan diimpitkan hingga tanda garis.
4.Dipipet 25 ml larutan ini ke dalam erlenmeyer dan dibubuhi indikator BTB.
5.Dititar dengan NaOH 0,1 N sampai pH larutan menjadi 5,4 ( sindur ).
6.Menghitung kadar asam bebas
pengamatan :
- bobot kosong (petridisk) UREA : 34,6939 gram
ZA : 29, 4796 gram
NPK : 40,2867 gram
- bobot cawan kosong + sampel (UREA) : 37,6964 gram
(ZA) : 32, 4879 gram
(NPK) : 43,2902 gram
- bobot sampel (UREA) : 3,0025 gram
(ZA) : 3,0083 gram
(NPK) : 3,0035 gram
- bobot air (UREA) : 37,6500 gram
(ZA) : 32,4826 gram
(NPK) : 42,8863 gram
perhitungan :
*UREA
Kadar air = (A - C) / B x 100 %
= (37,6964 - 37,6500) / 3,0025 x 100%
= 1,54 %
*PUPUK ZA
Kadar Air = (A-C) / B x 100%
= (32,4879 - 32,4826) / 3,0083 x 100%
= 0,17%
*PUPUK NPK
kadar air = (A-C) / B x 100%
= (43,2902 - 42,8863) / 3,0035 x 100%
= 13,44 %
kesimpulan :
Dari hasil pengamatan dan perhitungan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
- Kadar air pupuk Urea yaitu 1,54 %
- Kadar air pupuk ZA yaitu 0,17 %
- Kadar air pupuk NPK yaitu 13,44 %
Daftar Pustaka :
- https://nursyamsuduha.wordpress.com/2014/04/02/penentuan-kadar-air-pada-sampel-pupuk-za/
- http://andinurulwahyuni.blogspot.com/2014/05/penentuan-kadar-air-pada-pupuk-tsp.html
LAPORAN LENGKAP
Nama : Nurul Fadila Putri
Nis : 124864
Kelas : 3.B
Kelompok : B2.1
Tanggal : 05 Februari 2015
Judul penetapan : "KADAR AIR PADA PUPUK NPK , UREA, ZA"
Tujuan penetapan : Untuk mengetahui kadar air pada pupuk ,Urea,NPK, UREA,
dan ZA
dan ZA
Dasar prinsip :
Prinsip dari metode oven pengering adalah bahwa air yang terkandung dalam suatu bahan akan menguap bila bahan tersebut dipanaskan pada suhu 105o C selama waktu tertentu. Perbedaan antara berat sebelum dan sesudah dipanaskan adalah kadar air
Landasan Teori :
AIR
Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di Bumi,[1][2][3] tetapi tidak di planet lain.[4] Air menutupi hampir 71% permukaan Bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di Bumi.[5]Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputimata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia.
Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain di Bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulan-bulan Europa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es),cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan Bumi dalam ketiga wujudnya tersebut.[6] Pengelolaan sumber daya air yang kurang baik dapat menyebakan kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik. [7] Indonesia telah memiliki undang-undang yang mengatur sumber daya air sejak tahun 2004, yakni Undang Undang nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.
PUPUK ZA
Pupuk Za adalah pupuk kimia buatan yang dirancang untuk memberi tambahan haranitrogen danbelerang bagi tanaman. Nama Za adalah singkatan dari istilah bahasa Belanda ‘zwavelzure ammoniak’, yang berarti Ammonium Sulfat (NH4SO4).
Ammonium Sulfat bila dalam keadaan murni berwarna putih garam dengan bentuk kristal. Wujud pupuk ini juga berbentuk butiran kristal mirip garam dapur dan terasa asin di lidah. Pupuk ini bersifat higroskopis (mudah menyerap air) walaupun tidak sekuat pupuk Urea. Namun dalam perdagangannya, Ammonium Sulfat berwarna putih dan tergantung pada bahan pencampur yang terkandung didalamnya seperti kelabu, kemerah-merahan, kekunung-kuningan, biru tua atau bahkan kadang berwarna semu Ammonium Sulfat karena adanya kandungan H2SO4 bebas, garam-garam mineral dan uap air.
Karena ion Sulfat larut secara kuat, sedangkan ion amonium lebih lemah, pupuk ini berpotensi menurunkan pH tanah yang terkena aplikasinya. Sifat ini perlu diperhatikan dalam penyimpanan dan pemakaiannya.
Reaksi kerja pupuk Za agak lambat sehingga cocok untuk pupuk dasar. Sifat reksinya asam, sehingga tidak disarankan untuk tanah ber-pH rendah. Selain itu, pupuk ini sangat baik untuk sumber Sulfur. Lebih disarankan dipakai didaerah panas.Pupuk Za yang diperdagangkan dalam bentuk kristal, umumnya berwarna putih, tapi ada juga yang berwarna abu-abu, biru kabuan dan kuning, tergantung kepada pembuatannya.
Ammonium sulfat merupakan jenis pupuk nitrogen yang paling sering dipakai dalam perdagangan karena hidrolisa ion NH4+ ini sangat dibutuhkan oleh pertumbuhan tanaman.
Banyak proses yang digunakan dalam produksi Ammonium Sulfat, penggolongannya tersebut berdasarkan atas bahan baku yang digunakan, proses-proses tersebut diantaranya:
a. Proses yang menggunakan bahan baku (by product) dari pembuangan gas Kokas.
b. Proses konversi Kalsium Sulfat alam (gibs) atau Kalsium Sulfat by produk(yang diambil dari pabrik asam Phosphate).
c. Proses dengan reaktan murni, seperti Ammonia yang diperoleh dari Ammonia plant dan Asam Sulfat dari pross kontak. Pada proses dengan reaktan murni ini, ada bermacam-macam prosesnya.
Proses dasar cyclenya sama tetapi untuk menyatukan perbedaan secara teknis diperlukan suatu proses penyempurnaan. Yaitu dengan adanya proses netralisasi antara Ammonia dan Asam Sulfat lalu terjadi kristalisasi dengan tekanan vakum. Netralisasi akan terjadi pada temperature yang lebih rendah dibandingkan bila operasi dilangsungkan pada tekanan atmosphere.
A. Kandungan pupuk Za
Pupuk ZA mengandung belerang 24 % dan nitrogen 21 %.Kandungan nitrogennya hanya separuh dariUrea, sehingga biasanya pemberiannya dimaksudkan sebagai sumber pemasok hara belerang pada tanah-tanah yang miskin unsur ini.Terdiri dari senyawa Sulfur dalam bentuk Sulfat yang mudah diserap dan Nitrogen dalam bentuk amoniumyang mudah larut dan diserap tanaman.
B. Spesifikasi dari Pupuk Za (SNI 02-1760-2005)
Menurut (SNI 02-1760-2005) pupuk Za memiliki spesifikasi sebagai berikut:
- Nitrogen minimal 20,8%
- Belerang minimal 23,8%
- Kadar air maksimal 1%
- Kadar Asam Bebas sebagai H2SO4 maksimal 0,1%
- Bentuk Kristal
- Warna putih
C. Sifat dan keunggulan pupuk Za (SNI 02-1760-2005
· Tidak higroskopis
· Mudah larut dalam air
· Digunakan sebagai pupuk dasar dan susulan
· Senyawa kimianya stabil sehingga tahan disimpan dalam waktu lama
· Dapat dicampur dengan pupuk lain
· Aman digunakan untuk semua jenis tanaman
· Meningkatkan produksi dan kualitas panen
· Menambah daya tahan tanaman terhadap gangguan hama, penyakit dan kekeringan.
· Memperbaiki rasa dan warna hasil panen
Pupuk TSP
Pupuk TSP adalah nutrient anorganik yang digunakan untuk memperbaiki hara tanah untuk pertanian. TSP artinya triple super phosphate. Rumus kimianya Ca(H2PO4). Kadar P2O5 pupuk ini sekitar 44-46%, namun di lapangan bisa mencapai 56 %. TSP dibuat dengan sistem proses. Pada pembuatannya, batuan alam (rockphosphate) fluor apatit diasamkam dengan asam fosfat hasil proses sebelumnya. Reaksi dasarnya sebagai berikut:
Ca3(PO4)2CaF + H3PO4 --> Ca(H2PO4)2 + Ca(OH)2 + HF
MACAM” SUPERFOSFAT
Ada beberapa macam superfosfat, antara lain:
1. NORMAL SUPERFOSFAT (OSP)
Normal superfosfat (OSP) dapat dihasilkan reaksi stokiometri antara batu fosfat (Ca5 (PO4)3F2) dengan fosfat asam sulfat (H2SO4) dan penambahan air (H2O)
2. DOUBLE SUPERFOSFAT (DSP)
Double Superfosfat adalah suatu fosfat yang tidak mengandung gips (tidak terbentuk gips pada akhir proses). Disebut double karena kadar P2O5 jauh lebih besar dari kadar superfosfat yang normal. Double superfosfat diperoleh melalui reaksi antara batu fosfat dengan asam fosfat dan air.
3. TRIPLE SUPERFOSFAT (TSP)
Triple Superfosfat dibuat dengan mengasamkan batuan fosfat oleh asam fosfat. Triple superfosfat mengandung P2O5 berkisar 46-50%. Dalam triple superfosfat ini tidak berbentuk gips (CaSO4).
Pupuk superfosfat adalah pupuk fosfat buatan berbentuk gelintiran (glanular) yang komponen utamanya mengandung unsur hara fosfor berupa monokalsium fosfat.
Kandungan unsur haranya dalam bentuk P2O5 ,SP 36 adalah 46 % yang lebih rendah dari TSP yaitu 36 %. Dalam air jika ditambahkan dengan ammonium sulfat akan menaikkan serapan fosfat oleh tanaman. Namun kekurangannya dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, lamban pemasakan dan produksi tanaman rendah.
v Berikut merupakan keunggulan PHOSPHATE SP-36 :
ü Memberikan keseimbangan pertumbuhan terhadap tanaman karena tersediannya unsur yang diperlukan secara berimbang terutama P2O5
ü Tidak higroskopis
ü Mudah larut dalam air
ü Sebagai sumber unsur hara Fosfor bagi tanaman
ü Memperbesar prosentase terbentuknya bunga menjadi buah/biji
ü Menambah daya tahan tanaman terhadap gangguan hama,penyakit dan kekeringan.
ü Memacu pertumbuhan akar dan pertumbuhan sistem perakaran yang baik sehingga dapat mengambil / menyerap unsur hara lebih banyak sehingga pertumbuhan tanaman lebih sehat dan kuat
ü Mengiatkan pertumbuhan tanaman yang membentuk titik tumbuh tanaman
ü Mempercepat pembentukan bunga dan masaknya buah/biji, sehingga mempercepat masa panen.
ü Memacu metabolisme tanaman antara lain karbohidrat, lemak, dan pemindahan energi.
Alat dan bahan :
Alat :
1. Neraca digital
2. Petridish
3. spatula
4. Pipet tetes
5. Kain Lap
Bahan :
1. Pupuk TSP , ZA, UREA
2. Aquades
Cara Kerja :
1.Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2.Ditimbang± 10 gram contoh kedalam labu ukur 100 ml.
3.Dilarutkan dengan air panas dan diimpitkan hingga tanda garis.
4.Dipipet 25 ml larutan ini ke dalam erlenmeyer dan dibubuhi indikator BTB.
5.Dititar dengan NaOH 0,1 N sampai pH larutan menjadi 5,4 ( sindur ).
6.Menghitung kadar asam bebas
pengamatan :
- bobot kosong (petridisk) UREA : 34,6939 gram
ZA : 29, 4796 gram
NPK : 40,2867 gram
- bobot cawan kosong + sampel (UREA) : 37,6964 gram
(ZA) : 32, 4879 gram
(NPK) : 43,2902 gram
- bobot sampel (UREA) : 3,0025 gram
(ZA) : 3,0083 gram
(NPK) : 3,0035 gram
- bobot air (UREA) : 37,6500 gram
(ZA) : 32,4826 gram
(NPK) : 42,8863 gram
perhitungan :
*UREA
Kadar air = (A - C) / B x 100 %
= (37,6964 - 37,6500) / 3,0025 x 100%
= 1,54 %
*PUPUK ZA
Kadar Air = (A-C) / B x 100%
= (32,4879 - 32,4826) / 3,0083 x 100%
= 0,17%
*PUPUK NPK
kadar air = (A-C) / B x 100%
= (43,2902 - 42,8863) / 3,0035 x 100%
= 13,44 %
kesimpulan :
Dari hasil pengamatan dan perhitungan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
*UREA
Kadar air = (A - C) / B x 100 %
= (37,6964 - 37,6500) / 3,0025 x 100%
= 1,54 %
*PUPUK ZA
Kadar Air = (A-C) / B x 100%
= (32,4879 - 32,4826) / 3,0083 x 100%
= 0,17%
*PUPUK NPK
kadar air = (A-C) / B x 100%
= (43,2902 - 42,8863) / 3,0035 x 100%
= 13,44 %
kesimpulan :
Dari hasil pengamatan dan perhitungan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
- Kadar air pupuk Urea yaitu 1,54 %
- Kadar air pupuk ZA yaitu 0,17 %
- Kadar air pupuk NPK yaitu 13,44 %
Daftar Pustaka :
- https://nursyamsuduha.wordpress.com/2014/04/02/penentuan-kadar-air-pada-sampel-pupuk-za/
- http://andinurulwahyuni.blogspot.com/2014/05/penentuan-kadar-air-pada-pupuk-tsp.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar