Laporan Lengkap
Nama : Nurul Fadila Putri
Nis : 124864
Kelas : III.B
Kelompok : B2.1
Tanggal mulai : 05 maret 2015
Tanggal selesai : 05 maret 2015
Judul penetapan : Uji Biuret Pada Pupuk Urea, ZA Dan NPK
Tujuan penetapan : Untuk mengetahui ada tidaknya protein didalam sampel pupuk yang dianalisa
Dasar prinsip : 2 molekul urea pada suhu tinggi bergabung atau berpolimerisasi membentuk senyawa biuret. Keberadaannya dapat diketahui dari reaksi biuret dengan garam tembaga kompleks membentuk kompleks yang berwarna lembayung.
Reaksi :
2CO(NH2)2. . . . .NH2CONHCONH2 + NH3
CuSO4 + 2NaOH. . . . .Cu(OH)2 + Na2SO4
2NH2CONHCONH2 + Cu(OH)2. . . . .[Cu(NH2CONHCONH2)2] (OH)2
Landasan teori :
Dasar prinsip : 2 molekul urea pada suhu tinggi bergabung atau berpolimerisasi membentuk senyawa biuret. Keberadaannya dapat diketahui dari reaksi biuret dengan garam tembaga kompleks membentuk kompleks yang berwarna lembayung.
Reaksi :
2CO(NH2)2. . . . .NH2CONHCONH2 + NH3
CuSO4 + 2NaOH. . . . .Cu(OH)2 + Na2SO4
2NH2CONHCONH2 + Cu(OH)2. . . . .[Cu(NH2CONHCONH2)2] (OH)2
Landasan teori :
Uji Biuret
Uji biuret digunakan untuk menunjukkan adanya ikatan peptida dalam suatu zat yang diuji. Adanya ikatan peptida mengindikasikan adanya protein, karena asam amino berikatan dengan asam amino yang lain melalui ikatan peptida membentuk protein. Ikatan peptida merupakan ikatan yang terbentuk ketika atom karbon dari gugus karboksil suatu molekul berikatan dengan atom nitrogen dari gugus amina molekul lain. Reaksi tersebut melepaskan molekul air sehingga disebut reaksi kondensasi.
Gambar di atas menunjukkan adanya dua molekul asam amino yang berikatan dengan ikatan peptida dan membentuk molekul protein. Ikatan peptida tersebut yang akan bereaksi dengan reagen biuret menghasilkan perubahan warna. Reaksi positif uji biuret ditunjukkan dengan munculnya warna ungu atau merah muda akibat adanya persenyawaan antara Cu++ dari reagen biuret dengan NH dari ikatan peptida dan O dari air. Semakin panjang ikatan peptida (banyak asam amino yang berikatan) akan memunculkan warna ungu, semakin pendek ikatan peptida (sedikit asam amino yang berikatan) akan memunculkan warna merah muda.
Urea adalah senyawa organik yang tersusun dari unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen dengan rumus CON2H4 atau (NH2)2CO. Urea juga dikenal dengan nama carbamide yang terutama digunakan di kawasan Eropa. Nama lain yang juga sering dipakai adalah carbamide resin, isourea, carbonyl diamidedan carbonyldiamine. Senyawa ini adalah senyawa organik sintesis pertama yang berhasil dibuat dari senyawa organik, yang akhirnya meruntuhkan konsep vitalisme.
Penemuan
Urea ditemukan pertama kali oleh Hilarrie loure pada tahun 1773. Senyawa ini merupakan senyawa organik pertama yang berhasil disintesis dari senyawa anorganik.
Biosintesis
Urea terbentuk melalui proses oksidasi yang terjadi pada hati. Eritrosit atau sel darah merah yang sudah rusak (120 hari) dirombak menjadi 'haemo' dan'globin'. Selanjutnya 'haemo' akan diubah menjadi zat warna empedu yaitu bilirubin dan urobilin yang mengandung urea dan amonia yang akan keluar bersama urin dan feses.
Pupuk urea
Pupuk urea
Sekitar 90% urea industri digunakan sebagai pupuk kimia. Urea dalam bentuk butiran curah (prill) digunakan dalam pertanian sebagai pupuk kimia pemasok unsur nitrogen. Ditanah, urea akan terhidrolisis dan melepaskan ion amonium. Kandungan N pada urea adalah 46%, tetapi yang tergunakan oleh tanaman biasanya separuhnya.
Karena penting dalam pembangunan pertanian, pupuk urea seringkali disubsidi oleh pemerintah suatu negara, termasuk Indonesia. Di pasaran Indonesia, pupuk urea dipasarkan dalam dua bentuk: bersubsidi (berwarna merah muda, digunakan untuk bantuan pembangunan) dan tidak bersubsidi (berwarna putih, untuk dipasarkan secara komersial).
Pupuk urea dihasilkan sebagai produk samping pengolahan gas alam atau pembakaran batu bara. Karbon dioksida yang dihasilkan dari kegiatan industri tersebut lalu dicampur dengan amonia melalui proses Bosch-Meiser. Dalam suhu rendah, amonia cair dicampur dengan es kering (karbondioksida) menghasilkan amonium karbamat. Selanjutnya, amonium karbamat dicampur dengan air ditambah energi untuk menghasilkan urea dan air.
PUPUK ZA
Karena penting dalam pembangunan pertanian, pupuk urea seringkali disubsidi oleh pemerintah suatu negara, termasuk Indonesia. Di pasaran Indonesia, pupuk urea dipasarkan dalam dua bentuk: bersubsidi (berwarna merah muda, digunakan untuk bantuan pembangunan) dan tidak bersubsidi (berwarna putih, untuk dipasarkan secara komersial).
Pupuk urea dihasilkan sebagai produk samping pengolahan gas alam atau pembakaran batu bara. Karbon dioksida yang dihasilkan dari kegiatan industri tersebut lalu dicampur dengan amonia melalui proses Bosch-Meiser. Dalam suhu rendah, amonia cair dicampur dengan es kering (karbondioksida) menghasilkan amonium karbamat. Selanjutnya, amonium karbamat dicampur dengan air ditambah energi untuk menghasilkan urea dan air.
PUPUK ZA
Kandungan hara utama
|
: N (Nitrogen)
|
Kadar hara
|
: 21%, 25 %
|
Rumus Kimia
|
: (NH4)2SO4
|
Indek Garam (IG)
|
: 68,96
|
Warna
|
: Biru muda
|
Bentuk
|
: Butiran
|
Struktur
|
: Agak keras
|
Higroskopisitas
|
: Sedang
|
Kelarutan
|
: Sedang
|
Ammonium Sulfat (ZA) merupakan salah satu jenis pupuk sintetis yang mengandung unsur hara N. Pupuk ammonium sulfat dikenal juga dengan nama ZA (Zwavelzure Amonium). Unsur hara N yang berasal dari Urea dan ZA merupakan hara makro utama bagi tanaman selain P dan K dan seringkali menjadi faktor pembatas dalam produksi tanaman. Menurut Gardner dkk. (1991), defisiensi N membatasi pembesaran sel dan pembelahan sel. N berperan sebagai bahan penyusun klorofil dan asam amino, pembentuk protein, esensial bagi aktivasi karbohidrat, dan komponen enzim, serta menstimulasi perkembangan dan aktivitas akar serta meningkatkan penyerapan unsur-unsur hara yang lain (Olson dan Kurtz, 1982). Pupuk ZA dibuat dari gas amoniak dan gas belerang. Persenyawaan kedua zat tersebut menghasilkan pupuk ZA yang mengandung N 20,5 sampai 21%, bersifat tidak higroskopis. Menurut Hilman dkk. (1993, dalam Widyastuti, 1996), pupuk N dalam bentuk ammonium sulfat (ZA) yang diberikan ke dalam tanah pertama-tama akan diserap (adsorpsi) oleh kompleks koloid tanah dan bentuk N (NH4+) cenderung tidak hilang dan tercuci air, sedangkan urea dapat segera larut dalam air. Tahap akhir dalam proses pembuatan pupuk ZA adalah pengeringan. Pengeringan adalah proses untuk menghilangkan sejumlah cairan volatileyang terdapat dalam padatan dengan cara evaporasi. Dalam industri pupuk seperti ammonium sulfat (ZA), superfosfat (SP), dan natrium fosfat kalium (NPK), proses pengeringan biasanya dilakukan dengan menggunakan rotary dryer. Untuk dapat mendesain dan menganalisa kinerja suatu rotary dryer, perlu diketahui terlebih dahulu karakteristik pengeringan bahan padat yang dikeringkan. Hal ini dapat dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan alat tray dryer. Penelitian untuk memperoleh data karakteristik telah dilakukan oleh sejumlah peneliti, antara lain : pengeringan limbah padat dari ekstraksi minyak zaitun oleh Doymaz et al (2003), pengeringan ampas wortel oleh Singh et al (2006), pengeringan biji anggur oleh Roberts et al (2008), dan pengeringan limbah padat tapioka oleh Dedi dkk (2009).
Contoh pupuk ZA :
Spesifikasi Pupuk ZA Petrokimia Gresik :
o Nitrogen minimal 20,8%
o Belerang minimal 23,8%
o Kadar air maksimal 1%
o kadar Asam Bebas sebagai H2SO4 maksimal 0,1%
o Bentuk kristal
o Warna putih
o Dikemas dalam kantong bercap Kerbau Emas dengan isi 50 kg
Sifat dan keunggulan pupuk ZA Petrokimia Gresik :
o Tidak higroskopis
o Mudah larut dalam air ( ZA harus disimpan di tempat kering ).
o Digunakan sebagai pupuk dasar dan susulan
o Senyawa kimianya stabil sehingga tahan disimpan dalam waktu lama
o Dapat dicampur dengan pupuk lain
o Aman digunakan untuk semua jenis tanaman
o Meningkatkan produksi dan kualitas panen
o Menambah daya tahan tanaman terhadap gangguan hama, penyakit dan kekeringan
o Memperbaiki rasa dan warna hasil panen.
o Memperbaiki kualitas dan meningkatkan produksi serta nilai gizi hasil panen dan pakan ternak karena peningkatan kadar protein pati, padi, gula, lemak, vitamin, dll.
o Memperbaiki rasa dan warna hasil panen.
o Tanaman lebih sehat dan lebih tahan terhadap gangguan lingkungan (hama, penyakit, kekeringan).
o Reaksi kerjanya agak lambat sehingga akar tanaman tidak dapat menyerapnya bersama air tanah, tetapi harus mendapatkannya secara langsung.
o Sayangnya pupuk ini agak asam sehingga dapat membuat tanah menjadi asam jika terlalu sering diberi pupuk ZA. Pupuk ini pun tidak cocok diberikan pada tanah muda yang baru dibuka dan tanah yang kurang mengandung kalsium.
Gejala kekurangan unsur hara Belerang pada tanaman :
- Terjadi penimbunan amida bebas dan asam amino sampai batas yang berbahaya bagi tanaman.
- Produksi protein tanaman menurun, pertumbuhan sel tanaman kurang aktif.
- Terjadi kerusakan aktivitas fisiologis dan mudah terserang hama penyakit.
- Produksi butir daun hijau menurun, proses asimilasi dan sintesis karbohidrat terlambat, tanaman mengalami klorosis/kekuningan dan hasil panen rendah.
Manfaat Belerang Bagi Tanaman Pada Pupuk Petrokimia Gresik :
1. Membantu pembentukan butir hijau daun sehingga daun menjadi lebih hijau.
2. Menambah kandungan protein dan vitamin hasil panen.
3. Meningakatkan jumlah anakn yang menghasilkan (pada tanaman padi).
4. berperan penting pada proses pembulatan zat gula.
5. Memperbaiki warna, aroma, dan kelenturan daun tembakau ( khusus pada tembakau omprongan).
6. Memperbaiki aroma, mengurangi penyusutan selama penyimpangan, memperbesar umbi bawang merah dan baeang putih.
Cara Penggunaan Pupuk Za Petrokimia Gresik :
· Pupuk ZA sangat dianjurkan sebagai pupuk dasar dan pupuk susulan untuk semua jenis tanaman.
(Unsur hara Belerang dibutuhkan tanaman sejak awal pertumbuhan)
(Unsur hara Belerang dibutuhkan tanaman sejak awal pertumbuhan)
· Pupuk ZA dapat dicampur dengan pupuk yang lain.
· Pada saat penaburan diletakkan sekitar 10 cm disekitar perakaran tanam
PUPUK UREA
Spesifikasi • Kadar air maksimal 0,50% • Kadar Biuret maksimal 1% • Kadar Nitrogen minimal 46% • Bentuk butiran tidak berdebu • Warna putih Sifat Pupuk Urea • Higroskopis • Mudah larut dalam air Manfaat unsur hara Nitrogen yang dikandung pupuk Urea • Membuat bagian tanaman lebih hijau dan segar • Mempercepat pertumbuhan • Menambah kandungan protein hasil panen Gejala kekurangan unsur hara Nitrogen pada tanaman • Seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan • Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil • Daun tua berwarna kekuningan . Pada tanaman padi dimulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun • Pertumbuhan buah tidak sempurna seringkali masak sebelum waktunya • Jika dalam keadaan kekurangan yang parah daun menjadi kering dimulai dari bagian bawah tanaman terus ke bagian atas tanaman
Alat :
Tabung reaksi
spatula
Pipet tetes
Bahan :
Pupuk TSP
Aquadest
NaOH 10%
CuSO4
Cara kerja :
-Tabung reaksi diisi seujung sendok pupuk urea
-Dilarutkan dengan aquadest 5-10 ml
-Ditetesi Alkohol netral NaOH 30% 5 tetes dan 2 tetes CuSO4 1%
-Jika warna lembayung (+)
Pengamatan :
Spesifikasi • Kadar air maksimal 0,50% • Kadar Biuret maksimal 1% • Kadar Nitrogen minimal 46% • Bentuk butiran tidak berdebu • Warna putih Sifat Pupuk Urea • Higroskopis • Mudah larut dalam air Manfaat unsur hara Nitrogen yang dikandung pupuk Urea • Membuat bagian tanaman lebih hijau dan segar • Mempercepat pertumbuhan • Menambah kandungan protein hasil panen Gejala kekurangan unsur hara Nitrogen pada tanaman • Seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan • Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil • Daun tua berwarna kekuningan . Pada tanaman padi dimulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun • Pertumbuhan buah tidak sempurna seringkali masak sebelum waktunya • Jika dalam keadaan kekurangan yang parah daun menjadi kering dimulai dari bagian bawah tanaman terus ke bagian atas tanaman
Alat :
Tabung reaksi
spatula
Pipet tetes
Bahan :
Pupuk TSP
Aquadest
NaOH 10%
CuSO4
Cara kerja :
-Tabung reaksi diisi seujung sendok pupuk urea
-Dilarutkan dengan aquadest 5-10 ml
-Ditetesi Alkohol netral NaOH 30% 5 tetes dan 2 tetes CuSO4 1%
-Jika warna lembayung (+)
Pengamatan :
Pada pupuk urea (Alkohol netral NaOH 30% 5 tetes dan 2 tetes CuSO4 1%) : (+) protein
Pada pupuk ZA (Alkohol netral NaOH 30% 5 tetes dan 2 tetes CuSO4 1%) : (+) protein
Pada pupuk NPK (Alkohol netral NaOH 30% 5 tetes dan 2 tetes CuSO4 1%) : (-) protein
Kesimpulan :
Dari hasil pengamatan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada uji biuret dengan pupuk NPK negatif (biru) tidak mengandung protein, ZA positif(lembayung), dan urea (lembayung) mengandung protein.
Daftar pustaka :http://pendidikan-bio.blogspot.com/2013/11/uji-biuret.html
Dari hasil pengamatan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada uji biuret dengan pupuk NPK negatif (biru) tidak mengandung protein, ZA positif(lembayung), dan urea (lembayung) mengandung protein.
Daftar pustaka :http://pendidikan-bio.blogspot.com/2013/11/uji-biuret.html
http://yadizhe.wordpress.com/2012/07/08/jenis-jenis-pupuk-dan-spesifikasinya/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar