Rabu, 18 Maret 2015

PENETAPAN PH PADA PUPUK NPK,ZA DAN UREA

LAPORAN LENGKAP

Nama                            :  Nurul Fadila Putri
Kelas/Nis                     :  III.B / 124864
Kelompok                      :  B2.1
Tanggal Mulai               : 05 maret 2015
Tanggal Selesai            : 05 maret 2015
Judul Penetapan           : Penentuan pH pupuk NPK, Urea dan ZA
Tujuan Penetapa           : Untuk mengetahui pH pupuk NPK, Urea dan ZA
Dasar Prinsip                : 
Konsentrasi ion (H+) dalam suatu larutan encer umumnya sangat rendah tetapi sangat menentukan sifat-sifat dari larutan,terutama larutan dalam air

Landasan Teori            :

Pupuk Urea adalah pupuk anorganik tunggal berkandungan unsur N (nitogen) tinggi. Pupuk anorganik adalah pupuk buatan pabrik, dibuat dari bahan-bahan kimia berkadar hara tinggi. Jadi pupuk urea merupakan pupuk sintetis dari senyawa anorganik yang diproduksi oleh pabrik menggunakan bahan-bahan kimia berkadar hara nitrogen (N) tinggi.

Pupuk ini termasuk salah salah satu jenis pupuk higroskopis terutama bentuk prill sehingga lebih mudah menguap di udara. Bahkan pada kelembaban 73%, urea sudah dapat menarik uap air dari udara sehingga mudah larut dalam air serta mudah diserap oleh tanaman. Penyimpanannya juga harus lebih hati-hati dibandingkan dengan pupuk lain. Simpan di tempat kering tertutup rapat agar lebih tahan lama serta tidak mudah menguap. Urea lebih mudah berubah menjadi amoniak dan karbondioksida di dalam tanah. Selain itu juga mudah terbakar oleh sinar matahari. Untuk menghindari penguapan tinggi pemakaian pupuk ini sebenarnya lebih efektif jika disemprotkan melalui daun namun penggunaannya harus hati-hati. Pemberian berlebih tanpa dosis dapat menyebabkan daun tanaman terbakar (hangus), untuk itu saat melakukan penyemprotan hendaknya menggunakan bentuk tetesan besar (tidak telalu mengkabut).

Kandungan
Urea merupakan salah satu jenis pupuk nitrogen tunggal. Kandungan nitrogennya dapat mencapai 46%, maksudnya setiap 100 kg urea mengandung unsur N sebanyak 46 kg. Pupuk ini terbuat dari gas asam arang dan gas amoniak, persenyawaan keduanya itulah menghasilkan pupuk berkandungan nitrogen sebanyak 46%.

Manfaat
Manfaat pupuk nitrogen bagi tumbuhan sangat besar, karena unsur nitrogen berperan penting terhadap pertumbuhan tanaman. Tanaman yang kekurangan unsur nitrogen tidak dapat tumbuh dengan optimal sehingga proses pertumbuhan akan terhambat. Jika pertumbuhan tanaman terhambat sudah pasti akan menghambat proses pembungaan maupun pembuahan juga (proses reproduksi). Produksi bunga kurang optimal akan berakibat pada produksi buahnya juga, akhirnya produk pertanian yang dihasilkan sangat rendah atau bahkan tidak mampu menghasilkan buah sama sekali. Dalam hal ini menjadikan tingkat urgensi pupuk nitrogen bagi tanaman sangat tinggi. Di samping fase pertumbuhan (fase vegetatif), unsur nitrogen juga diperlukan saat fase generatif (pembuahan) bersama unsur lainnya seperti unsur makro P (fosfor) dan K (kalium), meskipun kebutuhannya tidak sebanyak pada fase vegetatif. Jadi unsur nitrogen (N) mutlak diperlukan selama berlangsungnya proses pertumbuhan tanaman. Tanaman dengan pertumbuhan defisiensi unsur nitrogen membutuhkan tambahan pupuk berkandungan nitrogen tinggi sehingga penambahan urea dapat digunakan untuk memenuhi kekurangan tersebut. Jadi, manfaat urea sebagai pupuk nitrogen bagi tanaman adalah untuk melangsungkan proses pertumbuhan di semua fase. Sebenarnya masih banyak jenis pupuk nitrogen yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tanaman, seperti misalnya Amonium Sulfat, pupuk ZA (Zwavelzure Amoniak), chilisalpeter, ASN (Amonium Sulfat Nitrat), amoniumnitrat, amoniumklorida, dll. Namun hingga saat ini urea merupakan salah satu jenis pupuk berkandungan nitrogen paling tinggi dibandingkan jenis pupuk lainnya.

Secara kasat mata, pemberian urea pada tanaman menunjukkan pertumbuhan dengan ciri-ciri tanaman subur, kokoh, warna daun hijau segar kaya akan pigmen berwarna hijau (klorofil). Selain itu manfaat urea juga menambah kandungan protein tanaman.

Defisiensi Unsur Nitrogen
Daun memucat, warna hijau daun memudar berwarna kekuning-kuningan, jaringan daun mati kemudian mengering berwarna merah kecoklatan, pertumbuhan tanaman lambat akhirnya mengerdil merupakan ciri-ciri gejala defisiensi unsur nitrogen. Selain itu, gejala lainnya juga ditandai adanya pembentukan buah tidak sempurna saat terjadi pembuahan (fase generatif), serta masak sebelum waktunya.

Fungsi
Fungsi utamanya adalah untuk memenuhi kebutuhan nitrogen tanaman. Seperti telah diuraikan di atas, manfaat nitrogen sangat besar untuk melangsungkan proses pertumbuhan tanaman, dalam hal ini adalah nitrogen yang terkandung dalam urea.

Jenis
Berdasarkan bentuknya, dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu urea prill dan nonprill. Urea prill lebih banyak dikenal oleh masyarakat dibandingkan nonprill.
Urea Prill. Bentuk urea prill adalah berupa butiran kecil serta halus. Urea prill bersifat higroskopis (mudah menyerap air di udara), berwarna putih maupun berwarna merah muda (pink). Penggunaan urea prill dapat ditebar langsung ke tanah atau dilarutkan terlebih dahulu menggunakan air. Selain itu urea prill juga mudah ditemui di kio-kios pertanian terdekat. Namun, karena memiliki sifat higoskopis, pupuk ini harus disimpan di tempat kering serta tertutup rapat agar tidak mudah menguap. Jika pupuk ini sudah mencair karena penguapan berarti pupuk tersebut sudah rusak sehingga kandungan utamanya nitrogen sudah terlepas sehingga pupuk sudah tidak dapat dimanfaatkan untuk melakukan pemupukan. Selain itu, karena bentuknya kecil memudahkan pupuk ini mengalami pelarutan, penguapan, maupun pencucian oleh air hujan dibandingkan dengan jenis lain.
Urea Nonprill. Urea nonprill terdiri dari berbagai macam, antara lain urea tablet, urea ball fertilizer, urea super granule (USG), serta urea briket. Urea Tablet adalah urea prill yang sudah mengalami proses pengempaan bertekanan tinggi sehingga berubah menjadi bentuk tablet. Setelah urea prill berubah menjadi urea tablet, memiliki efisiensi penggunaan hingga dua kali lipat dibandingkan ketika masih berbentuk prill, baik efisiensi tenaga kerja maupun efisiensi biaya pemupukan. Pemakaian urea tablet langsung diserap oleh tanaman utama karena pupuk berada di bawah permukaan tanah sehingga menghambat pertumbuhan gulma. Dengan demikian akan meningkatkan produktifitas tanaman. Urea Ball Fertilizermerupakan urea berbentuk bola-bola kecil. Urea ball fertilizer memiliki respon tinggi terhadap tanaman, unsur nitrogennya terlepas secara lambat (slow) kemudian diikat kuat oleh partikel tanah yang nantinya akan terserap oleh akar tanaman. Pupuk jenis ini lebih cocok untuk pemupukan susulan. Urea Super Granule (USG) merupakan pupuk yang memiliki kemiripan dengan urea prill, namun berukuran lebih besar sehingga penguapannya lebih lambat dibandingkan dengan bentuk prill. Urea Briket berbentuk cakram pipih, lengket, bersifat rapuh serta mudah pecah. Urea briket merupakan proses lanjut dari urea prill yang dipadatkan serta merupakan penyempurnaan dari urea super granule (USG).

Urea nonprill kurang familiar di kalangan petani dikarenakan harga di pasaran lebih mahal daripada urea prill sehingga petani lebih memilih bentuk prill sebagai upaya penekanan biaya produksi meskipun sebetulnya penggunaan urea nonprill untuk pemupukan lebih efisien.

Produsen Pupuk Urea
Di Indonesia, atas kepedulian pemerintah akan pentingnya kebutuhan urea bagi tanaman kemudian menjadikan pupuk ini sebagai pupuk bersubsidi serta menunjuk PT Pusri Palembang (Pupuk Sriwijaya), PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Kalimantan Timur, Tbk, PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Petrokimia Gresik sebagai produsen untuk memenuhi kebutuhan petani.


Komposisi
Nama lain dari urea adalah carbamide, carbamide resin, isourea, carbonyl diamide, carbonyldiamine. Namun, di kawasan Eopa lebih dikenal dengan nama carbamide. Urea terbuat dari gas amoniak maupun gas asam arang, persenyawaan dari keduanya menghasilkan pupuk berkandungan unsur nitrogen (N) sebesar 46%. Selain unsur N, unsur penyusun urea adalah karbon (C), oksigen (O), dan hidrogen (H) dengan rumus NH2 CONH2 atau (NH2)2CO atau CON2H4.
Urea yang banyak dikenal oleh petani berbentuk prill berupa butir-butir kristal, berwarna putih maupun merah muda (pink). Urea pink bersubsidi, diproduksi dengan tujuan mengamankan serta menghindari penyalahgunaan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk penyaluran pupuk bersubsidi, sedangkan urea putih diproduksi untuk nonsubsidi. Komposisi urea bersubsidi adalah mengandung unsur hara N sebesar 46%, moisture 0,5%, kadar biuret 1%, ukuran 1-3,35MM 90% Min serta berbentuk Prill.
Pupuk didefinisikan sebagai material yang ditambahkan ketanah atau tajuk tanaman dengan tujuan untuk melengkapi katersediaan unsur hara. Bahan pupuk yang paling awal adalah kotoran hewan, sisa pelapukan tanaman dan arang kayu. Pemakaian pupuk kimia kemudian berkembang seiring dengan ditemukannya deposit garam kalsium di Jerman pada tahun 1839.
Dalam pemilihan pupuk perlu diketahui terlebih dahulu jumlah dan jenis unsur hara yang dikandungnya, serta manfaat dari berbagai unsur hara pembentuk pupuk tersebut. Setiap kemasan pupuk yang diberi label yang menunjukkan jenis dan unsur hara yang dikandungnya. Kadangkala petunjuk pemakaiannya juga dicantumkan pada kemasan.karena itu, sangat penting untuk membaca label kandungan pupuk sebelum memutuskan untuk membelinya. Selain menentukan jenis pupuk yang tepat, perlu diketahui juga cara aplikasinya yang benar, sehingga takaran pupuk yang diberikan dapat lebih efisien. Kesalahan dalam aplikasi pupuk akan berakibat pada terganggunya pertumbuhan tanaman. Bahkan unsur hara yang dikandung oleh pupuk tidak dapat dimanfaatkan tanaman.

v Penggolongan Pupuk
Pupuk digolongkan menjadi dua, yakni pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari sisa-sisa makhluk hidup yang diolah melalui proses pembusukan (dekomposisi) oleh bakteri pengurai. Contohnya adalah pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk kompos berasal dari sisa-sisa tanaman, dan pupuk kandang berasal dari kotoran ternak. Pupuk organik mempunyai komposisi kandungan unsur hara yang lengkap, tetapi jumlah tiap jenis unsur hara tersebut rendah. Sesuai dengan namanya, kandungan bahan organik pupuk ini termasuk tinggi.
Pupuk anorganik atau pupuk buatan adalah jenis pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan cara meramu berbagai bahan kimia sehingga memiliki prosentase kandungan hara yang tinggi. Menurut jenis unsur hara yang dikandungnya, pupuk anorganik dapat dibagi menjadi dua yakni pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pada pupuk tunggal, jenis unsur hara yang dikandungnya hanya satu macam. Biasanya berupa unsur hara makro primer, misalnya urea hanya mengandung unsur nitrogen.
Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis unsur hara.Penggunaan pupuk ini lebih praktis karena hanya dengan satu kali penebaran, beberapa jenis unsur hara dapat diberikan. Namun, dari sisi harga pupuk ini lebih mahal. Contoh pupuk majemuk antara lain diamonium phospat yang mengandung unsur nitrogen dan fosfor.
Menurut cara aplikasinya, pupuk buatan dibedakan menjadi dua yaitu pupuk daun dan pupuk akar. Pupuk daun diberikan lewat penyemprotan pada daun tanaman. Contoh pupuk daun adalah Gandasil B dan D, Grow More, dan Vitabloom. Pupuk akar diserap tanaman lewat akar dengan cara penebaran di tanah. Contoh pupuk akar adalah urea, NPK, dan Dolomit.
Menurut cara melepaskan unsur hara, pupuk akar dibedakan menjadi dua yakni pupuk fast release dan pupuk slow release. Jika pupuk fast release ditebarkan ke tanah dalam waktu singkat unsur hara yang ada atau terkandung langsung dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Kelemahan pupuk ini adalah terlalu cepat habis, bukan hanya karena diserap oleh tanaman tetapi juga menguap atau tercuci oleh air. Yang termasuk pupuk fast release antara lain urea, ZA dan KCL.
Pupuk slow release atau yang sering disebut dengan pupuk lepas terkendali (controlled release) akan melepaskan unsur hara yang dikandungnya sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan tanaman. Dengan demikian, manfaat yang dirasakan dari satu kali aplikasi lebih lama bila dibandingkan dengan pupuk fast release. Mekanisme ini dapat terjadi karena unsur hara yang dikandung pupuk slow release dilindungi secara kimiawi dan mekanis.
Perlindungan secara mekanis berupa pembungkus bahan pupuk dengan selaput polimer atau selaput yang mirip dengan bahan pembungkus kapsul. Contohnya, polimer coated urea dan sulfur coated urea. Perlindungan secara kimiawi dilakukan dengan cara mencampur bahan pupuk menggunakan zat kimia, sehingga bahan tersebut lepas secara terkendali. Contohnya Methylin urea, Urea Formaldehide dan Isobutilidern Diurea. Pupuk jenis ini harganya sangat mahal sehingga hanya digunakan untuk tanaman-tanaman yang bernilai ekonomis tinggi.
Alat & Bahan                      :
          
  


ð  Alat  :

·        Tabung Reaksi
·        Pengaduk
·        Kertas Universal

   
   ð Bahan  :
o   Pupuk Urea
o   Pupuk ZA
o   Pupuk TSP
o   Aquades 1:2


Cara Kerja  :
1.     Memasukkan contoh pupuk dalam tabung reaksi.

2.     Melarutkan dengan air dengan perbandingan contoh dan air (1 : 10).

3.     Memerika pH larutan atau suspensi diperiksa dengan kertas universal.


Pengamatan                    :

v pH pada pupuk Urea               : 7
v pH pada pupuk ZA                 : 7
v pH pada pupuk NPK               : 6

Kesimpulan                     :                                
Dari hasil pengamatan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pH pada pupuk urea = 7, pH pada pupuk ZA = 7, pH pada pupuk NPK =  6

Daftar Pustaka                       :


Novizan. 1999. Pemupukan Yang Efektif. Makalah Pada Kursus Singkat Pertanian. PT Mitratani Mandiri Perdana. Jakarta



Tidak ada komentar:

Posting Komentar